oleh

Debat Capres Ronde Dua, Jokowi Siap ‘Tarung Bebas’

LENTERA Pemilu — Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding memastikan jagoannya yakni capres petahana Jokowi siap ‘tarung bebas’ dalam debat capres kedua melawan rivalnya capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Menurutnya, Jokowi sudah punya antisipasi jika Prabowo melakukan serangan-serangan.

“Kami saya kira cukup mampu untuk mengantisipasi semua serangan, apalagi kalau besok tuh tarung bebas akan lebih menarik,” kata Karding di Hotel Sahid, JakartaPusat, Rabu, 23 Januari 2019.

Disinggung soal strategi yang akan dipakai Jokowi di debat kedua, Karding merahasiakannya. Alasannya, demi efek kejut.

“Offensif atau apalah namanya liat saja nanti,” ujar Karding.

Menurutnya, format debat tarung bebas bakal memperlihatkan kedua pasangan calon dalam manajemen program.
“Kita seneng kalau gitu biar publik tahu, kan mengedukasi. Cara manajemen program seperti apa, cara melaksanakan itu penting,” jelasnya.

Karding yakin Prabowo bakal kesulitan melakukan serangan dan manuvernya saat berhadapan dengan Jokowi. Keyakinannya itu berdasarkan rekam jejak Jokowi yang diyakini lebih matang dengan dukungan data. Berbeda dengan data Prabowo yang dinilai kurang jitu.

Ditambah, Prabowo kadang mengeluarkan pernyataan blunder. Dia mencontohkan pernyataan ‘ korupsi besarnya tidak seberapa’ yang dilontarkan Prabowo di ronde pertama.

“Tidak ada celah artinya (Jokowi) hampir nggak ada celah,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan mengubah strategi di debat kedua. Anggota BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, ingin Prabowo dan Sandi lebih garang pada 17 Februari mendatang.

“Saya tidak ingin menggunakan kata menguliti ( Jokowi di debat) ya, saya berpesan kepada Prabowo dan Sandi bahwa Prabowo harus jadi macan, Bang Sandi harus jadi singa, jadi saya pribadi memesannya seperti itu dan beliau menerimanya,” kata dia di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

Ferdinand menjelaskan, gaya debat pertama Prabowo tak ampuh memantik simpati masyarakat. Dia mengaku gaya Prabowo di debat pertama yang santun adalah salah satu arahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) agar dapat empati dari masyarakat. Pada debat selanjutnya, Prabowo kemungkinan bakal tampil agresif.
“Nah ternyata ada perubahan signifikan dari pemilih kita, cara pandang masyarakat kita terhadap politik capres ini lebih suka sekarang. Ya kalau kita pergunakan kata gebuk-gebukan ya,” ujar Ferdinand.

“Masyarakat kita ini ingin tahu betul capres kita ini siapa, ternyata untuk santun, ramah itu tidak lagi memberikan pemahaman bagi masyarakat kita bahwa presiden kita capres kita punya wawasan seperti ini,” sambungnya.

BPN sangat berharap debat nanti berjalan mengalir. Sehingga masyarakat bisa melihat dengan jelas sosok capres yang lebih tangguh mengutarakan gagasan Indonesia lima tahun ke depan.

“Kami akan mengubah style, mengubah gaya. Dari tim kita sudah mengajukan kepada KPU untuk tarung bebas aja. Seperti UFC. Tetapi tetap harus dimoderatori supaya rakyat kita betul-betul melihat siapa sih calon Presiden yang memiliki gagasan untuk Indonesia lima tahun ke depan,” tuturnya.

Sumber: Merdeka.com

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News